TRENGGALEK – INDOSUARANEWS, Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan memperingati Hari Jadi ke-823 Trenggalek pada 31 Agustus 2026. Peringatan tersebut mengacu pada Prasasti Kamulan yang menjadi salah satu dasar penetapan Hari Jadi Trenggalek.
Pada peringatan tahun ini, Pemkab Trenggalek mengusung tema “Hambeging Bumi”. Tema tersebut tidak sekadar menjadi slogan, tetapi mengandung pesan mendalam tentang ketulusan dalam mengabdi sekaligus pentingnya menjaga keharmonisan manusia dengan alam.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjelaskan makna tema tersebut usai mengikuti upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, “Hambeging Bumi” memiliki dua makna utama. Pertama, menggambarkan bagaimana manusia, khususnya aparatur pemerintah, dapat meneladani sifat bumi yang tetap memberikan kehidupan meskipun terus dipijak.
“Hari Jadi tema kita hari ini Hambeging Bumi. Jadi itu bermakna dua hal. Yang pertama dari sisi kita harus berlaku selayaknya bumi. Bumi itu kan diinjak, tapi itu kan menumbuhkan. Bagi aparatur itu sebenarnya ciri bagaimana kita ikhlas bekerja. Apapun kondisinya kita tetap bisa menumbuhkan sesuatu yang bermakna bagi masyarakat,” terang Bupati.
Makna kedua, lanjut Bupati Arifin, adalah upaya untuk terus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan dengan alam.
“Tetapi di satu sisi lain kita tetap mengupayakan memberikan penyadaran kepada masyarakat, terkait pentingnya kita harmoni dengan alam. Jadi tema kita masih di seputaran itu, apalagi juga bagi kaum muslim ini bertepatan juga dengan bulan Maulid,” imbuhnya.
Nuansa peringatan Hari Jadi ke-823 Trenggalek tahun ini juga akan dipadukan dengan nilai-nilai kebaikan yang identik dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sejumlah kegiatan sosial dan keagamaan akan turut mewarnai rangkaian peringatan Hari Jadi.
Bupati menyampaikan, semangat berbagi akan diwujudkan melalui kegiatan sedekah bumi serta pemberian sedekah kepada masyarakat. Selain itu, lantunan sholawat juga akan dihadirkan dalam berbagai kegiatan kebudayaan.
“Beberapa hal yang disunahkan di bulan Maulid juga akan dilaksanakan di Hari Jadi ini. Seperti bersedekah dan kita nanti akan bersedekah bumi, kemudian sedekah kepada masyarakat. Untuk bersholawat kepada Nabi, pada saat tembang mocopatan saya minta disisipkan kalimat-kalimat thayyibah,” jelasnya.
Tidak hanya kegiatan sosial dan budaya, rangkaian Hari Jadi ke-823 Trenggalek juga akan dimeriahkan dengan konser amal dari Opick. Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta nilai-nilai religius dalam peringatan Hari Jadi Trenggalek.
“Kemudian juga ada konser amal dari Opick. Terima kasih kepada LMI,” tandasnya.
Melalui tema “Hambeging Bumi”, Hari Jadi ke-823 Trenggalek diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian seluruh aparatur, meningkatkan kepedulian sosial, sekaligus mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan.
Semangat tersebut selaras dengan filosofi bumi: tetap memberi, menumbuhkan, dan menjadi sumber kehidupan bagi sesama tanpa mengenal lelah. ( PROKOPIM – TGX)
Editor : Bayu NR












