Jakarta – INDOSUARANEWS, Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan pekan ini. Berdasarkan laporan Reuters dan data pasar keuangan, rupiah sempat menyentuh level di atas Rp17.377 (Sabtu, 09/05/2026) per dolar AS, menjadi salah satu titik terlemah sepanjang tahun 2026.
Pelemahan rupiah dipengaruhi sejumlah faktor global, di antaranya tingginya suku bunga Amerika Serikat, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta arus keluar modal asing dari pasar negara berkembang.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan BI terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
Selain faktor eksternal, tingginya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan impor energi juga disebut turut memberi tekanan terhadap rupiah.
Meski demikian, Bank Indonesia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat dan optimistis stabilitas nilai tukar rupiah tetap dapat dijaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Editor : Bayu NR












