Peternak Telur Tulungagung Tolak Investor Asing, Ribuan Telur Dibagikan Gratis di Titik Nol Kota

TULUNGAGUNG –INDOSUARANEWS, Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Tulungagung menyuarakan penolakan terhadap rencana masuknya investor asing di sektor industri telur ayam Indonesia. Penolakan itu diwujudkan melalui aksi damai dengan membagikan ribuan telur gratis kepada masyarakat di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Tulungagung, Sabtu (16/5/2026).

Aksi tersebut menjadi bentuk keresahan para peternak lokal di tengah kondisi harga telur yang terus merosot dalam beberapa bulan terakhir. Sedikitnya 5.000 butir telur dibagikan kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di pusat kota.Koordinator aksi, Abdul Kholiq, mengatakan kegiatan itu sengaja dilakukan untuk menyampaikan aspirasi para peternak kepada pemerintah terkait isu masuknya investor asal China dalam industri perunggasan, khususnya sektor telur ayam.

“Kami melakukan aksi damai dengan membagikan 5.000 butir telur gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kekecewaan terhadap rencana kedatangan investor asing di industri telur,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurutnya, kondisi peternak saat ini sedang tidak baik-baik saja. Harga telur di tingkat peternak terus mengalami penurunan sejak Hari Raya Idul Fitri 2026. Saat ini harga telur hanya berada di kisaran Rp21 ribu per kilogram, angka yang dinilai belum mampu menutup biaya produksi.

Para peternak mengaku mulai mengalami kerugian karena harga jual jauh di bawah harapan. Di sisi lain, munculnya wacana kerja sama investor asing dengan pihak tertentu di Indonesia membuat kekhawatiran peternak semakin besar.

Mereka menilai, apabila investor besar dari luar negeri masuk ke sektor telur ayam nasional, maka persaingan akan semakin berat dan dikhawatirkan mengancam keberlangsungan usaha peternak lokal yang selama ini menjadi tulang punggung produksi telur nasional.

“Kami takut kalau investor asing masuk, peternak kecil dan menengah justru semakin tertekan. Saat ini saja kondisi sudah sulit,”tambahnya.Abdul Kholiq juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya dinilai cukup membantu para peternak lokal.

Program tersebut sempat memberikan harapan karena kebutuhan telur meningkat dan hasil produksi peternak terserap pasar.Namun, menurutnya, sejak muncul isu investor asing, permintaan telur untuk kebutuhan program MBG justru mengalami penurunan.

“Program MBG sebenarnya sangat membantu peternak telur karena ada suplai rutin setiap hari. Tetapi setelah muncul isu investor asing, permintaan telur dari peternak lokal justru menurun,” pungkasny.

Aksi damai itu berlangsung tertib dan mendapat perhatian masyarakat. Warga yang melintas tampak antusias menerima pembagian telur gratis sekaligus mendengarkan aspirasi yang disampaikan para peternak.(Red/Ko )

Editor : Bayu NR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *