Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pemkab Tulungagung Gelar Tradisi Selamatan Penuh Makna

Tulungagung – INDOSUARANEWS , Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Tradisi Budaya Selamatan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (16/6/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan masyarakat Tulungagung di tahun yang baru.

Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, SM., MM., Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung H. Drs. Tri Hariadi, M.Si., serta seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Suasana penuh kekhusyukan terasa sejak awal kegiatan yang diawali dengan ujub dan doa bersama yang dipimpin oleh Didik Suwondo. Melalui doa tersebut, seluruh hadirin memanjatkan harapan agar masyarakat Tulungagung senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai kesulitan dan mara bahaya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Plt Bupati Ahmad Baharudin melakukan pemotongan tumpeng yang menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun baru Islam 1448 Hijriah.

Tradisi selamatan ini tidak hanya memiliki nilai spiritual yang mendalam, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga kelestarian budaya warisan leluhur yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat Tulungagung selama bertahun-tahun.

Dalam prosesi selamatan, disajikan berbagai makanan dan sesaji tradisional yang sarat makna filosofis, seperti buceng kuat, jenang sengkolo, jenang sepuh, sego golong, sekar setaman, serta aneka sajian lainnya. Setiap hidangan mengandung simbol doa dan harapan agar masyarakat senantiasa diberikan kekuatan, keselamatan, ketentraman, serta kemakmuran dalam menjalani kehidupan.

Melalui pelaksanaan tradisi budaya ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap nilai-nilai religius, budaya, dan kebersamaan dapat terus terpelihara sebagai bagian dari identitas daerah. Tradisi selamatan juga diharapkan menjadi pengingat pentingnya rasa syukur, introspeksi diri, dan semangat memperkuat persatuan dalam menyongsong Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Dengan tetap menjaga dan melestarikan tradisi yang diwariskan para leluhur, Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam merawat kearifan lokal yang berpadu harmonis dengan nilai-nilai keagamaan, demi terwujudnya masyarakat yang rukun, sejahtera, dan berbudaya. ( PROKOPIM – TULUNGAGUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *