Dinas Pertanian Tulungagung Dorong Petani Hadapi Cuaca Ekstrem melalui Teknologi Demplot Tembakau

Foto Demplot, Petani Mendengarkan Penjelasan Dari Penyuluh Tentang Demplot

Tulungagung – INDOSUARANEWS.COM, Sebanyak 125 petani dari lima kecamatan penghasil tembakau di Kabupaten Tulungagung mengikuti demplot tanaman tembakau yang diadakan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung sebagai amanah pemanfaatan DBHCHT Kabupaten Tulungagung tahun 2026.

Mereka adalah petani yang tergabung dalam Poktan Ngudi Mulyo GSN, Desa Gesikan, Kecamatan Pakel; Poktan Mustika Tani, Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat; Poktan Hari Mulyo II, Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu; Poktan Sido Makmur I, Desa Rejosari, Kecamatan Gondang; serta Poktan Pereng Makmur, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol.

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Triwidyono Agus Basuki, S.P., M.M., dalam sambutan pembukaan demplot menyampaikan, tujuan utama pembuatan demplot (demonstration plot) tembakau adalah sebagai lahan percontohan untuk mendemonstrasikan teknik budidaya dan teknologi pertanian tembakau yang baik dan benar secara langsung kepada petani.

“Adapun tujuan utamanya adalah transfer teknologi dengan mengajarkan cara penerapan teknologi anjuran, seperti varietas unggul baru, pemupukan berimbang, hingga sistem pengolahan lahan yang intensif. Selanjutnya adalah perbaikan kualitas tanah dengan tujuan menormalkan kondisi tanah (pH dan porositas) menggunakan teknik atau pupuk tertentu agar tanaman tembakau tidak tumbuh kerdil,” ungkap Okky, panggilan akrab Triwidyono.

Periode berikutnya adalah pengendalian hama. Dengan menghadirkan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, akan dikenalkan teknik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) serta pemanfaatan pestisida nabati.Langkah selanjutnya dari pelaksanaan demplot yakni pemurnian varietas dengan memastikan kemurnian benih atau bibit tembakau melalui kegiatan perbenihan dan penangkaran yang bersertifikat.

Periode terakhir adalah pembinaan petani dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan kelompok tani melalui kegiatan temu lapang atau evaluasi bersama.“Di saat musim kering yang sedemikian panjang ini, pemerintah hadir dengan kegiatan demplot.

Tujuannya satu, mari bersama-sama antara kami dan petani untuk menghasilkan tembakau yang bagus, berkualitas, dengan harga saing yang bisa membuat panjenengan semua para petani lebih sejahtera dari sebelumnya,” ujar Kabid Penyuluhan tersebut saat menutup penyuluhannya kepada petani yang hadir. ( Eko )

Editor : Bayu NR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *