Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Tewas,Setelah Dua Hari Hilang

Bondowoso – INDOSUARANEWS, Sebenarnya pihak Perhutani KPH Kabupaten Bondowoso sudah melarang resmi untuk para pendaki ke Gunung Piramid yang terletak di kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso.
Karena di tahun 2019 pernah terjadi pendaki hilang dan ditemukan tewas.

Namun mungkin sudah takdir dari dua pendaki yang berasal dari kota Surabaya bernama Hj.Maliya Finda
Dan pemandunya dari kota Bondowoso bernama Irfan Nasrul Laili.

Mereka berdua menaiki motor metic warna merah bernopol :P.2938.ES pada Minggu pagi hari 02/08/26.lantas motor dititipkan ke rumah warga sekitar pukul 07 Wib, di kaki gunung Piramid.
Pendakian ke gunung Piramid sejatinya berkisar 8 jam ,yang biasa dilakukan oleh para pendaki.

Namun sampai sore mereka belum turun,lantas esok harinya warga melapor ke pihak kepolisian untuk mengetahui keberadaan korban.
Mendengar laporan tersebut dengan sigap AKBP DR.ARYO DWI WIBOWO,S.H,S.I.K,M.M, Kapolres Bondowoso bersama jajarannya turun langsung, memimpin dan membuat Posko induk di Desa Tegal Tengah,Kelurahan Poncogati,Kecamatan Curahdami.

Bersama TNI,tim Medis , Basarnas dan para relawan.Karena waktu sudah malam jadi diputuskan untuk melakukan pencarian pada esok hari Senin 03/08/26. Kemarin tim yang sudah dibentuk melakukan penyisiran dititik titik yang rawan ,Karena medannya memang terjal dan sulit,kedua pendaki belum ditemukan.

Pada hari ini Selasa 04/08/26 ,sekitar pukul 12 siang tim menemukan tanda tanda mereka berdua ,dan benar di dataran terjal yang disebut Punggung Naga Gunung Piramid ,kedua pendaki didapati telah meninggal dunia dan tersangkut di ranting ranting pohon.Pihak tim pencari lantas mengumpulkan barang barang mereka sebagai alat bukti dan memasukkan korban ke kantong jenasah.

Mereka tidak bisa di evakuasi hari ini juga, Karena medannya yang curam dan sulit dengan kedalaman 60 meter dari tempat mereka yang diperkirakan, hasil evaluasi sementara tergelincir ,karena jalannya sempit dan terjal,
“kami turut berdukacita atas meninggalnya mereka berdua, serta berterima kasih kepada semua tim dan relawan serta warga sekitar yang turut membantu pencarian”,ucap Aryo Kapolres Bondowoso.

Aryo menambahkan,
“Demi menjaga keselamatan tim yang ada di bukit punggung naga,Karena lokasinya yang cukup berbahaya, kami memutuskan untuk mengevakuasi jenazah keduanya besok”.
Aryo Kapolres Bondowoso menjelaskan,tadi setelah ada info bahwa mereka ditemukan dalam keadaan meninggal.

Dengan kejadian ini harapan warga Bondowoso pihak terkait yang mempunyai wewenang untuk area lereng Gunung Piramid, memberi info yang tegas dan jelas agar tidak ada lagi pendaki yang kesana.
(IQBAL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *