Kecelakaan Maut di Bandung Tulungagung, Pelajar Tewas Setelah Motor Oleng dan Bertabrakan

Tulungagung – INDOSUARANEWS, Aksi balap liar dan kebut-kebutan di jalan perkampungan kembali memakan korban jiwa. Dua sepeda motor tanpa dilengkapi nomor polisi terlibat tabrakan maut di Jalan Raya Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Selasa (19/5/2026) petang. Seorang pelajar berusia 16 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat benturan keras.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 17.10 WIB. Kecelakaan melibatkan dua remaja yang sama-sama masih berstatus pelajar dan belum cukup umur untuk berkendara di jalan raya.

Kapolsek Bandung, AKP Sumaji, menjelaskan kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha Fiz yang dikendarai R.A.P (16), warga Desa Mergayu, Kecamatan Bandung, melaju dari arah timur menuju barat dengan kecepatan tinggi. Saat melintas di lokasi kejadian, korban diduga kehilangan kendali hingga sepeda motor oleng ke kanan jalan.

Nahas, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Tiger tanpa pelat nomor yang dikendarai M.R (16), pelajar asal Desa Ngebong, Kecamatan Pakel. Tabrakan keras pun tak terhindarkan.

“Diduga pengendara tidak mampu menguasai kendaraan hingga akhirnya bertabrakan dengan sepeda motor dari arah berlawanan,” ujar AKP Sumaji, Rabu (20/5/2026).

Benturan keras membuat kedua pengendara terpental ke badan jalan. R.A.P mengalami luka berat dan sempat tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. Korban kemudian dilarikan ke RS Muhammadiyah Bandung untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Sementara itu, pengendara Honda Tiger dilaporkan hanya mengalami luka ringan.

Menurut AKP Sumaji, ruas jalan di lokasi kejadian merupakan jalan perkampungan yang baru selesai diperbaiki. Kondisi jalan yang mulus justru sering dimanfaatkan sejumlah remaja untuk balap liar maupun adu kecepatan.

“Lokasi tersebut memang kerap dipakai anak-anak muda untuk balap liar. Ini sangat membahayakan, baik bagi pengendara sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Kasus kecelakaan maut tersebut kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung guna penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga memastikan patroli rutin akan diperketat, terutama pada jam-jam rawan yang sering dimanfaatkan untuk aksi balap liar.

Selain itu, aparat kepolisian mengimbau para remaja agar tidak menjadikan jalan umum sebagai arena balapan yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Polisi juga meminta para orang tua lebih aktif mengawasi anak-anak mereka, terutama yang masih di bawah umur namun nekat mengendarai sepeda motor di jalan raya.

“Kami berharap orang tua lebih peduli dan aktif mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat balap liar maupun aksi berkendara berbahaya,” pungkas AKP Sumaji. (Red/Ko)

Editor : Bayu NR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *