TULUNGAGUNG – INDOSUARANEWS , Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, resmi dimulai pada Senin (14/7/2026). Pembukaan kegiatan ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera yang dilanjutkan prosesi penyematan tanda peserta MPLS secara simbolis oleh Kepala SMPN 1 Campurdarat, Drs. Zainal Komarudin, M.Pd.
Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian MPLS bagi para peserta didik baru yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Juli 2026, sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Pendidikan.
Kepala SMPN 1 Campurdarat, Drs. Zainal Komarudin, M.Pd., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan hari pertama berjalan dengan tertib dan lancar. Menurutnya, MPLS menjadi momentum penting bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun kesiapan mengikuti proses pembelajaran.
“Hari ini siswa dikenalkan dengan Bapak dan Ibu guru, pengurus OSIS, berbagai kegiatan ekstrakurikuler, serta lokasi-lokasi penting yang ada di lingkungan SMPN 1 Campurdarat,” ujarnya.
Pada tahun ajaran 2025/2026, SMPN 1 Campurdarat menerima peserta didik baru yang terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel). Selama MPLS, para siswa mendapatkan berbagai materi yang mendukung pembentukan karakter dan budaya belajar di sekolah.
Materi yang diberikan meliputi tata tertib sekolah, strategi belajar yang efektif, tata krama, etika bermedia sosial, pendidikan antikorupsi, hingga pendidikan karakter. Selain itu, peserta juga dibekali materi bela negara dan latihan baris-berbaris.
Untuk kegiatan baris-berbaris, siswa kelas VII dan VIII mendapatkan pembinaan dari narasumber yang berasal dari Polsek Campurdarat dan Koramil Campurdarat sebagai bentuk sinergi sekolah dengan aparat keamanan dalam menanamkan kedisiplinan dan rasa cinta tanah air.
Zainal berharap seluruh materi yang diberikan selama MPLS mampu membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik sejak awal tahun ajaran.
“Harapannya, seluruh murid baru dapat menyesuaikan diri dengan aturan, situasi, dan budaya yang berlaku di SMPN 1 Campurdarat sehingga siap mengikuti kegiatan belajar mengajar secara optimal,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS di SMPN 1 Campurdarat mengedepankan prinsip MPLS Ramah, tanpa adanya praktik perpeloncoan maupun penggunaan atribut yang tidak mendidik.
“Selama MPLS, siswa cukup mengenakan seragam SD seperti biasa sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak ada atribut aneh ataupun yang memberatkan peserta didik,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan MPLS yang edukatif, humanis, dan menyenangkan, SMPN 1 Campurdarat berharap mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuhnya generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan berprestasi.
Editor : Bayu NR












