Nyaris Mati karena PMK, Sapi Jumbo Milik Peternak Trenggalek Jadi Kurban Presiden RI

Trenggalek — INDOSUARANEWS, Garis rezeki memang tidak ada yang pernah tahu. Seekor sapi jumbo jenis Simental milik peternak asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, berhasil mencuri perhatian hingga terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah / 2026 Masehi.

Sapi berbobot fantastis mencapai 1,37 ton tersebut merupakan milik Mujadi, peternak mandiri asal Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Hewan raksasa itu dibeli dengan harga mencapai Rp98 juta setelah melalui proses seleksi ketat dari tim dinas terkait.

Di balik tubuh besarnya, tersimpan kisah perjuangan yang menginspirasi. Mujadi mengaku membeli sapi tersebut sekitar 1,5 tahun lalu dengan harga Rp35 juta. Namun tak lama setelah dibeli, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda dan menyerang ternaknya.

Saat banyak sapi di wilayah sekitar tumbang bahkan mati akibat wabah, Mujadi memilih bertahan dan tidak menyerah. Ia melakukan perawatan intensif dengan mengisolasi sapi tersebut serta memberikan perhatian penuh setiap hari demi menyelamatkan hewan peliharaannya dari kondisi kritis.

“Waktu itu kondisinya sempat memprihatinkan. Tapi saya yakin kalau dirawat dengan telaten, sapi ini bisa sembuh,” ujar Mujadi.

Usaha keras itu akhirnya membuahkan hasil luar biasa. Setelah pulih dari PMK, sapi tersebut tumbuh semakin besar dan sehat berkat pola perawatan khusus. Mujadi rutin memberikan pakan kombinasi jagung rebus, katul, ampas tahu, serta rumput hijau pilihan.

Kini sapi itu memiliki tinggi mencapai 167 sentimeter dengan panjang sekitar 2,5 meter, menjadikannya salah satu sapi kurban terbesar di wilayah Trenggalek tahun ini.

Hebatnya lagi, keberhasilan ini bukan yang pertama bagi Mujadi. Tahun 2026 menjadi tahun kedua berturut-turut sapi dari kandangnya terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI. Bedanya, tahun ini proses seleksi dilakukan lebih ketat dengan tim dari dinas terkait turun langsung ke kandang untuk memastikan kualitas dan kesehatan hewan.

Kisah Mujadi menjadi bukti nyata bahwa peternak lokal di daerah memiliki kualitas luar biasa dan mampu bersaing di tingkat nasional. Ketekunan, kesabaran, serta semangat pantang menyerah yang dimiliki peternak asal Trenggalek ini pun menuai banyak apresiasi dari masyarakat.

Dari kandang sederhana di pelosok desa, seekor sapi yang sempat hampir mati kini justru menjadi pilihan utama orang nomor satu di Indonesia. (Red/Bd)

Editor : Bayu NR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *