Trenggalek – INDOSUARANEWS, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan kiprahnya dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing global. Tahun ini, sebanyak 3.600 tenaga kerja muda resmi diberangkatkan untuk bekerja di berbagai negara tujuan internasional. Jumlah tersebut terdiri atas 3.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).
Para tenaga kerja muda itu akan ditempatkan di sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, China, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bulgaria, Brunei Darussalam, hingga Thailand. Jepang menjadi negara dengan jumlah penerimaan tenaga kerja terbanyak, yakni mencapai 1.216 orang.
Ribuan calon pekerja tersebut berasal dari 115 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur. Mereka dipersiapkan untuk mengisi berbagai sektor pekerjaan, mulai dari manufaktur, pertanian, perhotelan, hingga layanan perawatan lansia yang saat ini banyak dibutuhkan negara tujuan.
Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa pelepasan tenaga kerja muda ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional. Menurutnya, lulusan vokasi asal Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi kebanggaan bangsa di kancah global.
“Presiden Soekarno pernah berpesan agar generasi muda berani menggantungkan cita-cita setinggi langit. Anak-anakku semua adalah para juara dan calon harapan bangsa,” ujarnya dalam sambutan pelepasan tenaga kerja.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat kualitas lulusan vokasi melalui Program Kelas Keberkerjaan Luar Negeri SMK 3+1. Program tersebut dirancang agar siswa menjalani pendidikan selama tiga tahun di sekolah dan satu tahun pembekalan kerja bersama perusahaan maupun agensi internasional.
Menurutnya, para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pelatihan bahasa asing, pemahaman budaya kerja, regulasi, hingga sistem hukum negara tujuan. Langkah itu dilakukan agar tenaga kerja Indonesia mampu bekerja secara profesional dan adaptif di luar negeri.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyebut pengiriman tenaga kerja dari Jawa Timur ini merupakan tahap awal sebelum pemberangkatan dari provinsi lain dalam beberapa bulan mendatang. Ia menilai tingginya minat negara asing terhadap tenaga kerja Indonesia menjadi sinyal positif bagi kualitas lulusan pendidikan vokasi nasional.
Permintaan tenaga kerja pun beragam di setiap negara. Jepang dan Korea Selatan membutuhkan tenaga perawatan lansia, pertanian, serta manufaktur, sedangkan sektor perhotelan menjadi kebutuhan utama di Turki.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan tingginya serapan tenaga kerja asal Jawa Timur tidak terlepas dari strategi penguatan pendidikan vokasi yang selama ini dijalankan. Kurikulum SMK dinilai semakin selaras dengan kebutuhan industri internasional.
Ia juga mengungkapkan bahwa Tulungagung menjadi daerah penyumbang tenaga kerja terbanyak di Jawa Timur dengan total 1.628 orang. Ke depan, Dinas Pendidikan Jawa Timur akan terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, sertifikasi kompetensi internasional, penguatan kemampuan bahasa asing, serta perluasan kerja sama dengan dunia industri global.
Keberangkatan ribuan tenaga kerja muda ini menjadi momentum penting bagi Jawa Timur dalam memperkuat posisi sebagai salah satu pusat penghasil tenaga kerja vokasi berkualitas di Indonesia. Selain membuka peluang karier internasional bagi generasi muda, langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di pasar kerja dunia.
Editor: Bayu NR












