TRENGGALEK — INDOSUARANEWS ,Duka dan kekhawatiran menyelimuti keluarga serta warga Desa Pule, Kabupaten Trenggalek, menyusul musibah terbaliknya kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Salah satu penumpang yang hingga kini belum ditemukan diketahui merupakan warga setempat, yakni Alip Nur Cahyono, warga Dusun Tirisan, RT 51/RW 25, Desa Pule, Kecamatan Pule.
KM Virgo Transport 8 diketahui berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin. Kapal tersebut berangkat pada Minggu, 13 September 2026, dan dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 02.05 WITA.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam informasi awal, kapal tersebut mengangkut 243 orang. Hingga berita ini disusun, sebanyak 108 orang dilaporkan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian dan menjadi sasaran operasi penyelamatan.
Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, membenarkan adanya warga Trenggalek yang tercatat sebagai penumpang kapal tersebut. Verifikasi identitas dilakukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
“Dari hasil pengecekan data, penumpang laki-laki yang belum ditemukan itu adalah penduduk asli Desa Pule, Trenggalek. Sementara penumpang perempuan yang tercatat berasal dari wilayah Barito, Kalimantan Selatan,” ungkap Stefanus saat dikonfirmasi pada Senin, 14 September 2026.
Kepala Desa Pule, Purwadi, turut membenarkan bahwa Alip Nur Cahyono merupakan warga desanya. Menurut informasi yang diterima pemerintah desa, keluarga Alip kini tengah menghadapi situasi yang berat.
“Ibunya sudah lebih dulu berpulang, sedangkan ayahnya saat ini berdomisili di Kalimantan. Rumah di sini kosong,” ujar Purwadi.
Keluarga terdekat Alip disebut telah berangkat ke Surabaya untuk mengikuti perkembangan informasi serta memperoleh kepastian dari pihak berwenang dan penyelenggara pelayaran.
“Kami tahu kerabatnya sudah berangkat ke Surabaya, berusaha mencari kejelasan dan kabar paling pasti. Untuk kronologi keberangkatannya, kami belum memiliki rincian lebih lanjut,” tambahnya.
Sementara itu, mengenai penumpang perempuan yang sempat disebut memiliki keterkaitan wilayah dengan Trenggalek, pihak Pemerintah Desa Pule mengaku belum memperoleh kepastian mengenai hubungan maupun identitasnya.
“Soal itu belum ada kejelasan, kami masih menunggu informasi yang lebih lengkap dan akurat,” tegas Purwadi.
Warga Desa Pule dan masyarakat Kabupaten Trenggalek kini terus memanjatkan doa agar operasi pencarian dan penyelamatan berjalan lancar. Harapan agar Alip Nur Cahyono dan seluruh penumpang yang masih dinyatakan hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat terus disampaikan.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga terus memantau perkembangan musibah tersebut serta menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan bagi keluarga terdampak. (Red/Bd/Ko)
Editor : Bayu NR












